Dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut yang baik sejak sebelum hamil, Mama dapat terhindar dari masalah kesehatan gigi dan mulut selama hamil yang dapat membahayakan janin. Jangan sepelekan kesehatan gigi dan mulut, karena disinyalir dapat mengganggu perkembangan janin. Ini buktinya! Saat gigi/gusi terasa nyeri, tentunya mamil akan kesulitan untuk mengunyah makanan. Betul, kan?

“ Informasi lengkap mengenai beasiswa kuliah di Jerman gratis “ ~upstoryg~

Nah, kalau hal itu berlarut-larut, akibatnya kecukupan nu trisi mamil tidak akan optimal. Risikonya, mamil bisa melahirkan bayi prematur dengan berat badan lahir rendah. Belum lagi, selama kehamilan, mamil bisa meng alami anemia hingga menyebabkan cacat bawaan pada bayi yang dikandung, hanya gara-gara masalah pada gigi. Tapi jika gigi mamil sehat, menurut beberapa studi, mampu menurunkan risiko terserang preeklamsia atau ke racunan kehamilan sebesar 5-8%.

Juga, mengurangi risiko bayi lahir prematur sebesar 50% dan bayi berat lahir rendah sebesar 57%. Dengan alasan itu tentu kita sepakat, menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan sangatlah penting. Menjaganya harus dilakukan sejak sebelum Mama hamil. Sayangnya, karena kurangnya pengetahuan, banyak mama justru enggan berkunjung ke dokter gigi (dental visit).

Rawat Gigi & Mulut Sejak Dini

Tadi, sebelum merencanakan kehamilan, pastikan dulu gigi dan mulut Mama dalam kondisi sehat. Misal, tidak ada gigi berlubang, tidak ada karang gigi yang akan menyebabkan gigi berlubang. Intinya, sebelum hamil, gusi harus dalam keadaan bersih dan sehat, tidak ada tanda peradangan (warna kemerahan dan mudah berdarah), bebas dari plak dan karang gigi. Kalau tidak, maka pada saat hamil, gusi yang membengkak, plak, dan karang gigi dapat memperparah keadaan gusi.

Apalagi saat hamil, gigi dan gusi akan lebih sensitif, umumnya mudah berdarah sewaktu disikat atau dibersihkan dengan benang gigi. Terlebih lagi bila gusi mengalami pem bengkakan, dapat mening katkan akumulasi plak dan membuat gusi lebih mudah berdarah. Hal ini bisa ber kembang ke penyakit yang lebih serius, seperti periodontitis, yang menurut be berapa penelitian dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau bayi terlahir dengan berat lahir rendah (BBLR).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *