Sabtu (6/02) Yayasan Kita dan Buah Hati, bersama Adara Creative Organiser yang disponsori Bank Mandiri, dengan media patner nakita, menyelenggarakan seminar bertema “Peter Pan Syndrome vs Cinderella Complex”, dengan pembicara tunggal Elly Risman, Psi. Seminar yang diselenggarakan di ballroom Gedung Kompas Gramedia, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, bukan membahas mengenai film atau cerita fiksi Peter Pan juga Cinderella, tapi mengenai sebuah kondisi manusia yang tidak dipersiapkan menjadi dewasa oleh orangtua.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Saat dewasa dan menikah, usia bio logis atau fi siknya saja yang bertambah, tapi kematangannya (kedewasaan) tidak alias masih kanakkanak. “Fisiknya boleh besar, tinggi, berprestasi, tapi di dalam dirinya tidak,” papar Elly. Siapa sajakah mereka yang mengalami Peter Pan Syndrome? Mereka adalah yang takut kehilangan masa kanakkanak, menolak dewasa, laki-laki yang tak penah menjadi dewasa atau belum matang secara mental. Para Peter Pan ini terbentuk sejak masa kecil, karena terbiasa hidup terlindungi dan nyaman tanpa beban, lebih banyak bermain di kesehariannya, kurang percaya diri, dan sangat bergantung pada orang lain.

Pertanyaannya, seperti apakah pria dewasa yang mengalami Peter Pan Syndrome? Berikut ciri-cirinya; tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, cinta diri sendiri secara berlebihan, senang memanipulasi, menolak berhubungan dengan lawan jenis, sulit berkomitmen, dan tentunya tidak ingin menjadi dewasa/mandiri. “Bahayanya jika si ‘Peter Pan’ ini menikah dengan si ‘Cinderella.’ Inilah biang keladi rumah tangga yang seumur jagung, gugat menggugat cerai, bahkan terjadi perselingkuhan, atau menyukai sesama jenis,” jelas Elly.

Adapun Cinderella Complex, lanjut Elly, adalah sebuah ketakutan tersembunyi dari perempuan dewasa untuk mandiri. Penyebabnya, saat masa kanak-kanak dirinya terbiasa hidup susah dan menderita, sehingga yang ada dalam pikiran mereka adalah keinginan untuk selalu diselamatkan, dilindungi, dan disayangi oleh “pangeran.” “Bisa juga karena dirinya saat kanak-kanak selalu dilindungi, dimanjakan ayahnya, sehingga memimpikan suami seperti sosok ayahnya.” Tugas kita sebagai orangtua adalah, bagaimana mengondisikan anak-anak sejak kecil agar kelak tidak mengalami Peter Pan Syndrome ataupun Cinderella Complex.

Dalam kesempatan ini, Elly menyarankan orangtua yang mempunyai anak lelaki jangan terlalu memanjakannya, tidak membela anak saat melakukan kesalahan, jangan melindungi anak secara berlebihan, dan mudah meluluskan kemauan/permintaannya. Sedangkan kepada anak perempuan, biasakan mereka untuk mandiri dan percaya diri. “Nah, untuk bisa mendidik hingga ke titik itu, pola asuh yang diterapkan oleh orangtua harus sinergi.”

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *