Tungkai bagian betis juga bisa tampak memendek. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah rontgen kaki, dimana pada CTEV akan ditemukan kelainan posisi tulang. Gambar 2A: Pada CTEV, kelainan tidak hanya terdapat pada posisi tulang yang bergeser, jaringan lunak (soft tissues) juga ikut memendek, seperti: kapsul sendi, ligamen (jaringan penghubung tulang), urat, otot, dan jaringan lainnya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Gambar 2B.: Tes untuk membedakan CTEV atau Intrauterine position. Bila posisi kaki dapat hampir menyentuh (1 jari) tulang kering (tibia), maka bukan CTEV alias kaki normal. KESEMBUHAN HINGGA 90% Kabar baiknya, jika kelainan ini mendapat penanganan dini akan memberikan tingkat kesembuhan (prognosis) yang jauh lebih baik. Pengobatan dilakukan dengan cara pemasangan gips tiap minggu selama ± 2 bulan untuk mengoreksi kelainan posisi kaki, kemudian diikuti pemasangan sepatu khusus (contoh, Denis Brown).

Gambar 3 A-D menunjukkan perkembangan kaki anak yang menderita CTEV dari awal (A) hingga akhir (D) pemasangan gips serial tiap minggu. Terapi ini menurut literatur memberikan kesembuhan hingga 90% bila dilakukan pada usia dini. Terapi pembedahan dilakukan pada kasus CTEV dengan komplikasi lain, atau pada anak yang usianya lebih dari 1-2 tahun, kasus yang gagal dengan terapi gips, dan indikasi lainnya. Oleh karenanya peran orangtua dalam deteksi dini sangatlah penting dalam meningkatkan tingkat kesembuhan dan menghindari perlunya operasi.

Keluarga Besar Lebih Rentan Infeksi

Berapa jumlah anak yang Mama Papa miliki? Ternyata, ini berpengaruh terhadap risiko penyebaran infeksi virus di dalam keluarga, seperti fl u ataupun infeksi pernapasan lainnya. Studi yang dimuat di jurnal Clinical Infectious Diseases ini menyebutkan, semakin banyak jumlah anak di dalam rumah akan memperpanjang masa penyebaran virus. “Sebagai ilustrasi, keluarga yang tidak memiliki anak, rata-rata terinfeksi virus selama 3–4 minggu dalam setahun.

Pada keluarga beranak satu, infeksi virus berlangsung 18 minggu per tahun, sementara pada keluarga dengan 6 anak, infeksi virus bisa 45 minggu atau bisa dibilang sepanjang tahun,” kata Dr. Carrie Byington, Profesor di bidang Kedokteran Anak dan salah satu direktur Utah Center for Clinical and Translational Science di University of Utah. Adanya anak berusia di bawah 5 tahun juga turut berpengaruh terhadap lamanya infeksi virus dalam keluarga. Menurut riset ini, orangtua dengan anak balita cenderung 1,5 kali lebih sering jatuh sakit dibandingkan orangtua yang tidak memiliki balita.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *