Sebanyak 12,2% anak di Indonesia mengalami obesitas. Padahal, obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit ginjal. Jumlah persentase anak obesitas di Indonesia dua kali lebih banyak dari negara tetangga kita, Malaysia, yang hanya 6%. Data dari World Children Report 2012, UNICEF ini juga menunjukkan, di kawasan ASEAN, Indonesia menempati urutan pertama dalam persentase anak yang menderita obesitas.

Baca juga : kerja di Jerman

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Dharmeizar, SpPD-KGH, mengatakan, di Indonesia, persentase angka penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) hampir sama dengan negara-negara ASEAN. Namun, karena jumlah penduduk di Indonesia 250 juta, jumlah pasien dengan PGK menjadi besar. Menempati urutan teratas obesitas tentunya bukanlah kabar menggembirakan. Karena tingginya tingkat obesitas pada anak-anak dan remaja secara tidak langsung meningkatkan angka potensi pengidap penyakit ginjal pada masa yang akan datang. Menurut Dokter Ahli Ginjal Anak FKUI/ RSCM, DR. dr. Sudung O Pardede Sp.A(K), banyak orangtua salah kaprah dengan kondisi kesehatan anak yang dinilai dari gemuk atau tidaknya si anak.

“Mereka beranggapan anak yang gemuk adalah anak sehat. Padahal, kelebihan 26 berat badan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan obesitas dan saat dewasa dapat meningkatkan potensi untuk mengidap berbagai penyakit, termasuk penyakit ginjal.” Kecenderungan semakin mudanya usia penderita penyakit ginjal saat ini, lanjut Sudung, juga terkait dengan masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya membiasakan pola hidup sehat dan deteksi dini penyakit ginjal pada anak.

SILENT DISEASE PGK merupakan penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan, karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan abnormalitas struktural atau fungsional. PGK umumnya merupakan silent disease pada tahap awal, yang berarti sebagian besar orang tidak mengalami gejala klinis pada stadium ringan sampai sedang. Menurut Dharmeizar, angka penderita PGK ini dari tahun ke tahun semakin muda.

Laporan akhir PERNEFRI memperlihatkan angka Kabar baiknya, jika terdeteksi dini, PGK sebenarnya dapat diobati sehingga dapat mengurangi komplikasi dan secara dramatis mengurangi tingkat kematian dan kecacatan akibat dari penyakit ini. Perlu diketahui, PGK dapat memicu penyakit kardiovaskular. Studi terbaru menunjukkan fungsi gangguan ginjal juga dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke bahkan kematian dini.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *