Biasanya anak mulai tertarik pada uang saat ikut berbelanja, melihat kita mengambil uang di ATM, atau menggunakan uang untuk keperluan tertentu. Berikan pemahaman sederhana bahwa untuk membeli barang kita menggunakan uang. Uang diperoleh bukan dari mesin ATM, tetapi karena papa dan mama bekerja, lalu menerima sejumlah uang. Bisa juga melalui cerita sebelum tidur, atau saat melihat orang yang bekerja/berjualan, kita bisa jelaskan mereka itu bekerja untuk mendapatkan uang, agar bisa membeli makanan. Pemahaman konsep “uang diperoleh dari bekerja” bisa juga diterapkan setiap pagi, saat kita bersiap-siap berangkat kerja.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Ketika anak bertanya, “Papa mau pergi ke mana?” jawab dengan, “Papa mau bekerja, supaya nanti dapat uang.” Pun saat anak bertanya lebih lanjut, uangnya untuk apa, bisa langsung kita jelaskan bahwa uang itu untuk membeli makanan, baju, dan juga ditabung. Lalu, gunakan contoh sederhana yang dipahami oleh anak melalui kegiatan yang biasa dijumpainya seharihari. Bermain merupakan salah satu cara efektif untuk mengeksplorasi konsep uang dan memperkenalkannya pada anak prasekolah. Berikut beberapa pilihan caranya.

? Usia 3 tahun, anak mulai tertarik dengan bermain pura-pura (make believe play). Kita bisa mengajak anak bermain jual-jualan. Misalnya anak pura-pura berjualan kue, lalu ibu/ayah membelinya dengan ‘uang’ (bisa uang kertas atau koin). Melalui aktivitas ini anak belajar bahwa uang diperoleh melalui usaha, bukan hanya karena diberi oleh orang lain.

? Anak yang lebih besar (4 tahun) mulai bisa diajarkan macam-macam uang melalui warnanya, misalnya uang yang berwarna hijau, biru, merah, koin 500 dan 1000 rupiah. Beri anak beberapa jenis uang dan minta anak mengelompokkan sesuai warnanya. Lalu jelaskan warna biru pecahan berapa, warna ungu pecah an berapa, dan seterusnya. Begitu juga dengan koin, minta anak mengelompokkan sesuai ukurannya, ditumpuktumpuk sedemikian rupa.

? Beri kesempatan anak untuk melakukan  pembayaran parkir kendaraan dengan sejumlah koin atau uang kertas, atau membayar belanjaan dan menerima kembaliannya. Melalui aktivitas bermain, misalnya main perdagangan jual beli mainan atau makanan, atau resto-restoan (anak menjadi pelayan resto lalu ortu membayar makanan yang dibelinya). Di sekolah juga dapat diadakan “market day” untuk memperkenalkan bagaimana aktivitas jual beli.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *