Kontes dapat menjadi media yang cocok untuk membantu perkembangan sosio emosional anak jika dijalani dengan tujuan yang baik, yaitu mengedepankan kepentingan anak, bukan kepentingan orangtua. Mama Papa tentu sepakat mengiku- ti kompetisi/lom- ba dapat memberikan banyak pengalam an bagi buah hati, selama ya… itu tadi, tujuannya demi kepentingan anak dan bukan orangtua. Kira-kira pengalaman apa saja sih yang bisa diperoleh anak saat bekompetisi?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Melatih Kemampuan Me Ngontrol Emosi.

Manusia memiliki 7 emosi dasar yang sudah muncul sejak dilahirkan. Marah, senang, sedih, takut adalah empat diantaranya. Saat si kecil menginjak usia 2 tahun, mulailah muncul emosi sekunder yang disebut dengan istilah self-conscious emotions, seperti rasa bersalah, rasa malu, rasa bangga, dan rasa iri. Dengan mengikuti kompetisi bakat, anak mendapat kesempatan untuk mengalami ber bagai emosi tersebut sekaligus berlatih untuk memiliki kendali akan emosinya.

Berikut penjelasannya: Emosi negatif Sedih, marah, takut, malu, bersalah, iri hati merupakan emosi negatif karena membawa ketidaknyamanan pada diri si kecil. Namun bukan berarti emosi ini harus dihindari. ¦ Sedih dan marah Timbul ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak bisa memenangkan perlombaan, harus antri lama menunggu giliran tampil, atau keramaian yang berlebih dapat memicu emosi ini muncul. ¦ Iri hati Si kecil mungkin iri ketika kostum peserta lain lebih bagus dari punyanya, atau ketika anak lain mendapat perhatian lebih dibanding dirinya, atau ketika dirinya tidak mendapat juara.

¦ Bersalah Biasanya muncul karena ia merasa tidak dapat memenuhi ekspektasi orangtuaya. Rasa bersalah yang tidak dikelola dengan baik berdampak pada konsep diri yang rendah. Anak jadi merasa tidak berharga atau dirinya tidak berkemampuan. ¦ Malu Di tengah lomba fashion show, si kecil terjatuh, ada penonton mentertawakannya. Atau, saat menyanyi di atas panggung, tiba-tiba lupa liriknya. Ups, malu deh. Saat si kecil mengalami rasa malu dan tidak mampu mengatasinya, dia akan menangis atau bahkan kemudian mogok tampil, berhenti di tengah-tengah.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *