Setelah berganti-ganti dokter dan sempat menjalani pengobatan alternatif, akhirnya usaha keras selama lima tahun itu pun berakhir manis dengan lahirnya buah hati tercinta yang sangat dinanti-nantikan. Delapan bulan menikah, kami belum juga dikaruniai anak. Awalnya biasa saja, kami berpikir, mungkin belum waktunya.

“ program kerja ausbildung di Jerman untuk lulusan SMA “ sat-jakarta.com

Namun, setelah lewat setahun, kami mulai waswas dan muncul pertanyaan yang tidak-tidak. Kami pun mulai berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu apa penyebab tak kunjung hamil. Saat berkonsultasi, dokter menjelaskan pentingnya berhubungan intim di masa subur, karena di saat itulah sel telur sudah matang dan bisa dibuahi oleh sel sperma. Berhubungan intim di masa subur pun kami lakukan. Harapan kami, pembuahan berhasil dan kehamilan terjadi.

Terus terang, kami agak tertekan melakukannya karena setiap bulan kami harus menghitung masa subur dan minum obat pemecah indung telur sebelum berhubungan intim. Namun begitu, kami berusaha menjalaninya dengan santai. Tahap awal kami melakukan selama tiga bulan (fase I), tetapi hingga tiga bulan berakhir, kehamilan belum terjadi, sehingga dokter meminta kami melanjutkan ke fase II hingga tiga bulan berikutnya.

Sayangnya, hingga fase II berakhir, kehamilan yang dinantikan belum datang juga. Meski gagal, kami tetap semangat dan terus berusaha. Mungkin kegagalan ini hanyalah keberhasilan yang tertunda. Dengan usaha lebih keras, kami yakin kehamilan akan didapat. Kami pun tetap melanjutkan program sedekah di berbagai panti asuhan yang sudah kami lakukan sejak program kehamilan dimulai. Setiap Jumat, kami sisihkan rezeki kami ke panti asuhan yang berbeda-beda dengan harapan Allah SWT memudahkan kami mendapatkan momongan.

Dari Dokter Ke Dokter

Kami terus berkonsultasi. Dokter bilang, kalau terapi masa subur tidak berhasil, maka perlu dipikirkan untuk melakukan program inseminasi (sel sperma langsung dimasukkan ke dalam indung telur) atau bayi tabung. Tetapi dokter juga mengingatkan bahwa kehamilan dan memiliki anak berada di tangan Yang Maha Kuasa. Jika Dia belum berkehendak, maka usaha apa pun yang dilakukan tidak akan berhasil. Dokter juga mempersilakan kami datang ke dokter lain untuk mendapatkan second opinion. Mungkin dokter lain punya pandangan berbeda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *