Categories
News

Saat Maskapai Eropa dan Lokal Bertumbangan

Sejumlah maskapai penerbangan di Eropa dikabarkan telah menghentikan operasinya. Sebut saja Air Berlin, Alitalia, dan Monarch Airlines. Di tanah air, maskapai Kalstar Aviation juga mengalami nasib serupa. Apa yang sebenarnya terjadi?Re n t e t a n t u t u p ny a m a s k a p a i – ma skapai dalam beberapa bulan terakhir ini cukup membuat heboh pemberitaan. Seperti diberitakan Bloomberg (25/04/2017), terhitung sejak 2 Mei 2017, maskapai penerbangan nasional Italia, Alitalia mengawali jatuhnya maskapai-maskapai di Eropa tahun 2017 ini. Goyahnya maskapai berbiaya rendah (LCC) ini sudah mulai terdengar sejak Februari 2016. Saat itu, Alitalia mengumumkan akan membatalkan sebagian besar rutenya kecuali Olbia dan Roma pada akhir Maret 2016. Pada 25 April 2017, setelah karyawan Alitalia menolak usulan PHK (pemutusan hubungan kerja), ia mengumumkan akan mulai menjalani proses kebangkrutan.

Dan barulah pada 2 Mei 2017, pengajuan kebangkrutran itu diizinkan pemerintah Italia. Sementara itu, pada Oktober 2017 ini, dua maskapai Eropa, Air Berlin dan Monarch Airlines juga turut resmi mengudarakan penerbangan terakhirnya. Seperti diberitakan BBC (15/8/2017), Air Berlin mulai terombang ambing ketika pemegang saham utamanya, Etihad Airlines memutus dukungan dananya. Maskapai terbesar kedua di Jerman ini faktanya telah terlilit beban hutang selama satu dekade. Fenomena runtuhnya tiga maskapai besar Eropa berbiaya rendah ini menimbulkan isu kerasnya kompetisi maskapai-maskapai berbiaya rendah di sana. Seperti diketahui, maskapai penerbangan berbiaya rendah Eropa saat ini tengah dirajai oleh Ryanair dan Easyjet. Dua maskapai ini menawarkan tarif penerbangan mulai dari 10 poundsterling atau sekitar Rp 170 ribuan saja. Tdak hanya di Eropa, salah satu maskapai I n d o n e s i a j u g a b a r u s a j a m e n g a l a m i pembekuan operasi. Menteri Perhubungan B u d i K a r y a S u m a d i m e n g u m u m k a n p emb er hent ia n s ement a r a ma sk a p a i Kalstar sejak 30 September 2017.

Putusan itu dikeluarkan lantaran adanya masalah keuangan pada Kalstar. “Secara finansial negatif, makanya kami minta dihentikan sementara. Nanti kalau sudah recovery, kita akan minta audit, dan akan kami beri kesempatan untuk terbang lagi,” kata Budi Karya seusai acara Rakor Bidang Pariwisata Tingkat Nasional di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (30/9/2017). Meski demikian, Menhub memberi kesempatan Kalstar untuk berbenah diri. “Kami kasih waktu 3 bulan, ya paling tidak 6 bulan. Kalau equity-nya positif, kami berikan operasi kembali,” ujar Menhub. S e l a i n ke u a n g a n , K a l s t a r j u g a mengantongi masalah teknis dan operasional. Pemerintah menganggap beberapa hal dinilai tidak sesuai dengan prosedur operasi standar, yakni berkaitan dengan jumlah pesawat yang beroperasi, ketersediaan kru dan sumber daya manusia (SDM), serta pelatihan wajib.

“ K e w a j i b a n m e m e n u h i ke t e n t u a n peraturan keselamatan penerbangan sipil sangat berhubungan dengan kemampuan finansial suatu maskapai penerbangan. Hal inilah yang membuat Kalstar harus menyelesaikan audit keamanan seperti yang diatur dalam peraturan keselamatan penerbangan sipil (PKPS),” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso (30/9/2017). S eb elumny a K a ls t a r s emp at mendatangkan armada baru pada 2015, yakni empat pesawat baru ATR 72-600 dan Embraer 195. Penambahan armada ini seiring rencana maskapai untuk menerbangi langsung rute Jakarta-Berau dan Surabaya- Berau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *