Desain Rumah yang Nyaman

ApLIkAsI BAtA Ekspos yANG MENARIk

Batu bata adalah salah satu material yang cukup diakrabi Imron. Beberapa karyanya memainkan olahan bata merah yang diaplikasikan dengan menarik sehingga menjadi penambah daya tarik bangunan. Kali ini, aplikasi batu bata itu diterapkan dengan cara yang agak berbeda. Di antara pasangan batu bata, terselip cerukan-cerukan yang tercipta dari ujung batu bata yang dipotong miring. “Gampang kok membuatnya. Ujung batu bata dipotong sedikit dengan posisi miring, lalu dipasang di antara bata yang dipasang seperti biasa,” jelas sang arsitek. Agar cerukannya membentuk pola yang menarik, batu bata yang dipotong itu dipasang secara vertikal di baris yang sama. Selanjutnya, batu bata tinggal di-coating dengan warna transparan untuk menutup pori-porinya.

LANtAI sEkALIGUs pLAfoN

Kayu jati kebun menjadi salah satu material yang dipakai di rumah ini. Aplikasinya antara lain terlihat di lantai 2, menjadi semacam dek jembatan yang menghubungkan ruang sisi depan dan belakang. Uniknya, aplikasi susunan kayu itu langsung terekspos hingga ke lantai bawah. Dan di lantai bawah fungsinya berubah menjadi plafon. Warna alami kayu, yang dibiarkan tampil, menambah daya tarik ruang

tAMpILAN BUkAN yANG UtAMA

Meski berbujet hemat, secara tampilan rumah ini tidak kalah dengan rumah kelas menengah pada umumnya. “Rumah itu yang penting adalah living “Jembatan kayu” menjadi penghubung antara 2 sisi ruang di lantai atas. Kehadiran “jembatan” ini memberi pengalaman ruang yang berbeda saat melintas. Dari sini, kita bisa melihat langit di malam hari atau cahaya matahari di siang hari karena ada jendela-jendela kaca besar yang menutupi sebagian dinding di sisi kanannya.

baca juga : JUal genset Jakarta

Lantai 1 space-nya, bukan tampilannya. Namun bukan berarti tampilan tidak penting. Looks itu bisa diolah,” tegas arsitek 35 tahun ini. “Saya bukan arsitek yang terlalu memaksakan tampilan bangunan harus sedemikian rupa, tapi mengorbankan pengalaman ruang si penghuninya. Bagi saya yang penting bagaimana penghuni bisa nyaman dulu di dalamnya, tampilan akan menyesuaikan,” tambah Imron yang bersama istrinya, Nurfitri Mahdarina mendirikan biro arsitek IFD Architecture & Interior Design sejak awal 2013. IFD merupakan kependekan dari IdeaForm-Design.

“Dimulai dari ide yang kemudian ditelurkan menjadi bentuk ruangan, akhirnya terciptalah sebuah desain,” begitu Imron memaparkan uraian nama IFD. Imron Yusuf dan Fitriani (31) samasama berprofesi sebagai arsitek, menyelesaikan pendidikan arsitektur dari universitas Trisakti, Jakarta. Imron lulus tahun 2001 sedangkan Fitri lulus 2 tahun kemudian, pada 2003. Sebelum mendirikan IFD, Imron pernah bekerja di Juhara Juhara dan US&P, banyak mendesain rumah tinggal, interior kantor dan retail. Sedangkan Fitriani pernah bekerja di Hadiprana dan PDW, menangani pembuatan high rise building. “Dengan latar belakang desain kami yang berbeda, sekarang kami saling melengkapi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *