Category Archives: Parenting

Pilih Susu Sesuai Usia

Pada umumnya susu yang dijual di pasaran kurang lebih mempunyai kandung an gizi yang sama. Hal ini disebabkan semua produk susu yang telah beredar secara resmi harus memiliki standar Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk jumlah kalori, mineral dan vitamin yang lengkap juga seimbang, serta sesuai dengan usia.

Di atas usia 2 tahun, susu dapat diberikan sebagai tambah an menu harian. Biasanya, susu dianjurkan diberikan sebanyak dua gelas, antara 400—500 ml, setiap hari. Berhubung perut anak-anak memiliki kapasitas yang kecil, maka susu jangan diberikan lebih dari jumlah tersebut. Bukan karena susu jadi tidak baik, tetapi harus diingat bahwa anak perlu mengonsumsi makanan lain yang mereka butuhkan untuk mememnuhi angka kebutuhan gizi hariannya.

Anak-anak yang tidak mau makan dan terbiasa kenyang oleh susu lama-kelamaan bisa mengalami ketidakseimbangan, bahkan kekurangan zat gizi tertentu. Sebagai pegangan, pada usia 3 sampai 12 tahun, anak memerlukan susu tinggi lemak atau juga dikenal dengan susu full cream. Selain untuk pembentukan otak, lemak ini diperlukan sebagai cadangan energi. Di usia remaja, anak bisa melanjutkan kebiasaan baik untuk minum susu akan tetapi memilih produk yang rendah lemak atau dikenal juga susu skim. Namun, selama berat badan dan kesehatan terjaga, tidak mengapa, kok, remaja atau orang dewasa mimum susu full cream. Jangan lupa, cermati kan dungan gula yang sering kali terabaikan padahal harus dibatasi.

Manakah Susu Yang Terbaik

sat-jakarta.com – Begitu banyak produk susu yang ada di pa- saran, tentu Mama Papa bertanya susu mana yang terbaik untuk si kecil? Apakah yang harganya paling mahal atau yang paling terkenal dan laris di pasaran? Menurut ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Jakarta II yaitu, Sa’diah Multi Karina MKes, , ketika memilih produk susu yang diperuntukan anak, hal paling utama harus diperhatikan ialah keamanan dan kualitasnya.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Hal ini bisa dilihat dari keterangan, bahwa produsennya sudah menerapkan praktik produksi pa ngan yang baik atau Good Manufacturing Practices (GMP). Susu yang diolah dengan GMP berarti diawasi secara ketat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh badan-badan otoritas. “Termasuk dalam hal ini, merek susu tersebut ada dalam daftar susu yang aman untuk dikonsumsi berdasarkan hasil uji secara rutin yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan tidak mengan dung bakteri Enterobacter sakazakii,” paparnya.

Selain itu, tentu pilihan susu perlu disesuaikan dengan kondisi buah hati. Jika keluarga ada yang memiliki riwayat alergi, bisa saja anak memiliki bakat alergi pada susu. Gejala yang dapat diamati adalah sehabis minum susu, si kecil menga lami satu atau lebih gangguan berikut: gangguan saluran pencernaan (sakit perut, mencret, diare), gangguan pada organ tubuh lain (gatalgatal, eksim) atau mengalami gangguan perilaku (jadi rewel).

Bila ada gejala-gejala ini, Mama bisa berkonsultasi pada dokter untuk merekomendasikan produk susu yang sesuai dengan kondisi anak. Bagaimana dengan intoleransi laktosa? Gangguan ini berbeda dari alergi susu. Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketidakmampuan mencerna laktosa, yaitu gula yang memang terdapat secara alami pada susu.

Penyebabnya, jumlah enzim pencernaan yang tidak mencukupi untuk dapat mengolah laktosa susu. Sedangkan, alergi susu melibatkan reaksi kekebalan tubuh yang menganggap protein susu sebagai musuh. Untuk anak intoleransi laktosa, dokter biasanya menyarankan susu rendah atau bebas laktosa. Se dangkan untuk anak yang alergi susu sapi, kebutuhan minum susu bisa dipenuhi dengan mengonsumsi susu berbahan isolat protein kedelai.

Paparan Pestisida Tingkatkan Risiko Adhd

Mamil agar menghindari penggunaan pestisida karena dapat mengganggu perkembangan sistem dopamin dalam otak, yang berkaitan dengan ekspresi emosional dan fungsi kognitif. Yang juga mencemaskan, paparan pestisida, bahkan dari yang umum digunakan banyak orang, dapat meningkatkan risiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD) pada bayi yang dilahirkan. Demikian hasil riset yang dimuat di Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology. “Kita tidak bisa mengubah faktor genetik yang dapat menimbulkan ADHD pada anak, namun kita bisa mengurangi beberapa faktor lain, seperti yang berkaitan dengan lingkungan. Salah satunya adalah paparan pestisida,” kata Jason Richardson, kepala penelitian dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School dan anggota Environmental and Occupational Health Sciences Institute (EOHSI). Perlu diketahui, paparan pestisida tidak dapat segera dimetabolisme tubuh.

Papa Juga Perlu Diet Gula

Ingin punya bayi sehat dan jauh dari obesitas? Bukan cuma Mama yang harus menjaga makan saat hamil, bahkan jauh sebelum hamil. Papa juga perlu makan sehat! Studi yang dimuat di jur nal Cell menemukan, para papa yang gemar mengonsumsi banyak gula sebelum masa konsepsi dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi. “Pola konsumsi tinggi gula ini dapat mengubah ekspresi genetik para embrio. Dari temuan ini diketahui, stimulasi berupa nutrisi dari orangtua serta lingkungan dapat berpengaruh pada keturunan yang akan dilahirkan,” kata Dr. J. Andrew Pospisilik, peneliti dari Max Planck Institute of Immunobiology and Epigenetics, Jerman.

Rumah Ramah Mamil

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2008 menemukan fakta, mamil yang terpapar zat-zat kimia yang terdapat dalam cairan pemutih, penyegar udara, dan produk pembersih lainnya, bisa meningkatkan risiko asma pada bayinya kelak sebanyak 41%. Untuk itu, sebelum membeli barang, baca label yang tertera pada kemasan. Sebaiknya jangan gunakan lagi produk yang terdapat zat hidroksida, asam klorida, butil cellusolve, formaldehida, pemutih, amonia silfamic, asam sulfat, alkali, dan mopholine. Sebaiknya, pilih produk yang ramah lingkungan dan dibuat dari bahan-bahan alami.

Selain menjaga kesuburan dan kesehatan untuk mempersiapkan kehamilan agar lancar tentunya setelah si kecil dan beranjak besar perlu adanya pendidikan terutama bahasa. Berikan ia pelatihan bahasa asing di tempat kursus berbahasa Perancis di Jakarta yang terbaik. Sehingga si buah hati memiliki keterampilan berbahasa asing yang baik.